Dia menoleh penuh arti
Dia mendekat erat
Satu persatu langkahku
Detik demi detik
Detak demi detak
Retak mungkinkah retak
Ketika mata cahayanya
Menusuk bibirnya tersenyum
Manis mungkin sakit tidak mungkin pahit
Aku berbicara yang kaku
Terpaku terbata hilang
Dan sosok yang sepi tertata rapih
Langsung saja ku katakan
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai malam tanpa bintang







0 comments:
Posting Komentar