Aku anak adam yang mencintai kau wahai dara hawa
Yang aku lambai-lambai arahnya
Dan bagikan aku lurus pandangnya
Yang memabukkan, yang menyakitkan
Membawa luka yang tega
Mengiris-ngiris belahan jiwa
Merobek-robek lembaran rasa
Terbaca sia-sia semua, segala ada
Karena dia, karena mu, karena cintaku
Yang tak pernah terwujudkan perannya
Begitu manis ku ucapkan
Hingga terasa pahit ku nikmati dihati
Tak perlu memilih aku telah mati
Sebagai tanda aku ada memikirkanmu
Akan ku kirimkan mimpi yang menyelimutimu
Dan berbisik tak mengusik
"Katakan aku menepi sampai pagi kembali”
“Katakan hati ini berbunga yang kekal bertanda”
“Katakan hatimu bisu bila malam mu tanpaku”
“Katakan aku tak menangais hingga semua berganti”
Sebagai tanda Injak saja aku
Aku senang, pasti
Sebagai tanda aku ada memikirkanmu
Akan ku kirimkan mimpi yang menyelimutimu
Dan berbisik tak mengusik
"Katakan aku menepi sampai pagi kembali”
“Katakan hati ini berbunga yang kekal bertanda”
“Katakan hatimu bisu bila malam mu tanpaku”
“Katakan aku tak menangais hingga semua berganti”
Sebagai tanda Injak saja aku
Aku senang, pasti






