RSS
Container Icon

“Kirie Jangan Terbelah”

Bukan main kerasnya suara hati
Ketika sisi gelap dan terangku berperang syahdu
Menggebu kelam terselip debu dipulang malam
Sama lainnya saling berseteru
Dan aku harus meluruskan sebuah lika liku
Jangan yang harus ataukah tak harus
Peningnya tak terbayang, rasanya begitu pinang
Membingungkan! Hingga sampai suatu waktu
Ku bulatkan di dada bulat padat
Bisakah diriku, yang diriku tak bisa dari yang aku bisa
Ukh peningnya tak terbayang bagai lekang
Lika-liku jangan mendekat lagi, kumohon jangan!
Demi dia, akan ku cium kakimu
Tapi, “lika-liku” bersumpahlah jangan mendekat
Berjanjilah menjauh cepat, akan ku cium kakimu
Rela ku jilati langkahmu
Aku siap, demi Allah, demi dia
Karena dia, demi Allah aku siap
Dan aku terisak, oh bukankah aku lelaki rusak
Bisakah diriku, maukah dirinya,
Apakah hatinya yang diriku tak bisa
Pastinya disambut apa adanya
Tentang bagaimana, 
Entah bagaimana aku menjanjikannya
Bukan main menggebu (hati belum bersih, sebab kelam)
Bukan main genderang seteru
Bukan main mengharu pilu, penuh biru
Sampai suatu waktu aku memberanikan diri
Bulatkan nurani, ku ikuti utuh bulat padat
Aku takut, Aku takut, Aku takut, Aku takut,
Janji dengarlah ketakutanku, ketakutanku!!
Ya Allah takdirmu bagai pinang
Aku resah dimainkannya
Maaf, ampun aku peningnya tak terbayang
Dan takutnya terus mencekam
Aku mohon jangan hentikan sampai diparuh nadir
Aku mohon jangan hentikan sampai di indah begitu saja
Aku mohon jangan hentikan setengah jalan
Aku mohon jangan hentikan temanku menjalar wanginya
Aku mohon jangan hentikan 
Yang sudah Kau kenalkan padaku
Aku mohon, Aku mohon, hamba mohon, hamba mohon
Hambamu ya Khaliq ya hambamu
Dulu kau tulis aku sepi sendiri, mati hati tertutup sunyi
Ini disini kau bingkiskan dia
Jangan hilangkan! Aku takut, aku takut
Bukan main kerasnya hati meski hati belum bersih
Ketika sisi gelap dan terangku berseteru syahdu
Terselip debu disuatu waktu (maaf “rinduku”, maaf, maaf)
Rasanya begitu pinang, membingungkan taqdirmu
Kau catat aku mati hati, dulu
Kau bingkiskan dia sebagai harga, sekarang
Dan sampai suatu waktu kau hentikan cintanya
Kau redupkan tulusnya, aku takut, aku takut
Sampai-sampai kau ciptakan iblis lika-liku
(tunggu dulu, astagfirullah..) ya Allah, ya Allah
Seandainya ku melihat-Mu, ku peluk rizki-Mu
Seandainya ku melihat-Mu, ku cium kakimu
Ku ciumi kakimu
Aku salah! Sebab ketakutanku lebih-lebih
Ya Allah Maha Pengasih, aku resah dimainkannya
Maaf, ampuni aku
Dan aku terisak (sayangku, aku dilema dibaris terakhir,
demi Allah dan karenamu, tak mau ku ulangi)
Hingga sampai suatu waktu
Ku bulatkan tekad padat di dada
Bersatu tak terbatas waktu, meminangmu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Hati Azny”


Semalam suntuk aku tak lepas sendiri dipojok lampu
Mataku tak lengah dari ruah sekejap pun
Saudaraku sudah jauh kemana
Tinggal panutanku yang masih diluar sana
Yang tak pernah santai hidupnya
Untukku, untuk saudaraku darah dagingnya
Dia hancurkan tubuhnya
Dia keringkan keringatnya
Dia habiskan keringatnya untuk cerita besok
Tak sadar, mataku lengah dari ruah memerah
Ada apa ini? Aku..?
Lamunan membawaku kejalan malam yang sibuk
Hingga tiba di depan rumahmu, “rinduku”
Ku memandangimu yang tertidur pulas
Tanganku beranjak membelai rambutmu (maaf sayang)
Begitu manis dan lucu
Bibirmu mengigau pelan,
Kudekatkan telinga dan kau bergumam
Cintaku, aku tak mendengar apapun
Aku tak merasakan apapun
Cintaku, katakan sekali lagi kau menggumam apa?
Tak sadar mataku lengah dan terbuka berat
Ada apa ini? Aku..?
Mimpi mengajakku kejalan buntu sendiri
Dihadapanku, dikertas kosong tertulis
“Aku kecewa, kau menyakitiku dengan emosimu!
Jangan teruskan lagi, kekasihku” (hati Azny)
Tak sadar, aku menangis…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Dengar Serta Pahamilah”


Sayangku, sayangku, sayangku,
Dengar serta pahamilah
Benar kau yang menghadiahkan aku
Kau yang menyalin waktu berganti berarti
Lebih dan lebih
Sayangku, sayangku, semangatku
Cinta adalah kebaikan
Akan tetapi yang kita jalani bukanlah kebaikan
Yang hati rasakan jauh dari keikhlasan yang Esa
Hatimu suci, begitu dirimu
Perempuan baik begitu bersih
Akan tetapi yang kita jalani, yang kita rasakan
Jauh dan bukan kebaikan
Sayangku,
Ku ingin melepasmu sebab cinta dan sayang
Ku ingin kau terjaga di mata-Nya, di mata-Nya
Sayangku, sayangku, sayangku
Dengar serta pahamilah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Untuk Kupu-kupuku”


Relung terang dahulu kurang 
Tapi engkau dan sayang ini  buat hati lapang
Itu jadi semakin  jarang datang
Nanti bila aku bersih
Kau orang pertama yang aku cari
Inilah aku dengan segala kekurangan
Tapi kau terbuka
Apa memang aku bisa setiap saat…
 Semoga saja, sepertinya maaf hilang ke langit hujan
Tapi kau menerima
Tetap tenangkan aku
Cepat aku hilang tanpamu
Sungguh untukmu, untuk semua yang merubah hidupku
Darimu tetap terangkan aku
Jangan…
 Aku hilang tanpamu, sungguh
Kekasihku, kupu-kupuku
Inilah aku dengan segala kekurangan,
Tapi kau menerima

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Maka”


Lihat dengan matamu
Baca dengan matamu
Pikir dengan akalmu
Apakah aku salah seperti ini
Aku mencintai kekuranganmu
Maka
Cintai juga aku apa adanya
Maka
Rindukan aku
Seperti  aku merindukanmu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS