Engkaulah perempuan tersayang
Yang sekujur detik ku kasihi
Sebagus-bagus hadiah, seindah-indah berkah
Akan ku jaga, pasti
Engkaulah perempuan terkasih
Yang sepenggal detik kusayangi
Baiknya hatimu, putih, harum
Mata terharu
Terjepit, terhimpit teteskan lara
Dan teringat
Saat-saat kau genggam tanganku yang kering ini
Yang sepi ini, sepi dan sepi
Saat-saat kau genggam tanganku yang kering ini
Yang sepi ini, sepi dan sepi
Dan teringat saat kau sampaikan padaku
Betapa tulusnya perasaanmu yang ini
Terhimpit mataku
Tangisan disini pastinya tak cukup
Saat-saat kau genggam, dan harus terkotori
Perjalan kita yang baru ini, oleh pikiranku yang pahit
Engkaulah perempuan tersayang
Yang selamanya waktu, ku cintai
Maafkan aku…






