Katakan pagi, aku ini lelaki bukan, benarkan
Akan tetapi lebih layak aku menjadi pecundang
Kurasakan begitu lamanya keputusanku
Tak dapat aku berpikir dan melahirkan yang terbaik
Jangankan untuk orang lain, untuk hati sendiripun, nol
Harusnya aku bagaimana, baiknya aku kemana
Perasaanku bingung sekali, bimbang terambang-ambang
Sebaiknya aku memilih diam, tidak itu tidak bisa
Kenapa keganjilan cinta ini tak pernah berakhir
Tiap kali ku merasa cinta, patah hati selalu ada
Menghantui kehidupanku, membayangi keputusanku
Katakan malam, aku ini lelaki bukan, betulkah
Aku tak punya cukup waktu untuk bertemu
Aku tak punya cukup permata untuk menilai cinta
Aku tak punya cukup hati untuk merindu
Aku tak punya cukup rupa untuk dibanggakan
Selalu itu yang aku pikirkan, yang ku renungkan
Untuk apa mencintai untuk apa menyayangi
Berkali-kali berganti hati, hancur, remuk
Aku hidup tak layak mencintai apa-apa
Lebih baik sendiri, bodoh! Itu tidak indah
Padahal aku juga tahu mencintai itu tak perlu apapun
Tapi semua yang nyata tak berubah seiring waktu







0 comments:
Posting Komentar