Di tanah ini, tempat aku pertama mengenal cinta
Bangunan-bangunan usang sahaja
Menjadi bagian dari cerita belakangku
Ilalang itu satu-persatu mengingatkanku
Sosok diriku di saat kepalaku tak seberat ini
Di pohon ini, tempat aku pertama menemukan rindu
Orang-orang terbaik membaca kehidupan bersamaku
Kursi jati yang telah mati
Merekam karibku yang dulu
Merekam karibku yang dulu
Tertawa bersama, bermimpi bersama denganku
Wajah-wajah ceria tertinggal begitu saja
Terulung waktu yang bengis
Terseret takdir yang dramatis
Dilorong ini tempat aku pertama memulai depan
Yang lebih baik dari sesuatu yang belum terpikirkan
Saatku secengeng dulu, ku ingin seperti dulu
Diruang ini semuanya terekam tak pernah mati
Wajah-wajah sebaya, kisah cinta pertama
Canda tawa bersama orang-orang sempurna
Yang pernah ada, menjadi bagian lembaran
Layar sejarah yang terkembang ditanah bisu







0 comments:
Posting Komentar