1, 2, 3
1, 2, 3
Selalu terdengar suara pagi
yang menghitung
Meski jarak jauh sekalipun
Kembali aku mengintip dibalik
pohon yang biasa
Tak kuasa bibir ini tertahan
Hei kurus!
Pagimu belum berpijar
Kenapa tak kau datang pada
pertengahan malam sekalian?
Dinginkah?
1, 2, 3
Aneh, dia melanjutkan
hitungannya
Tak diliriknya aku sama sekali
Lalu, kenapa aku tertarik?







0 comments:
Posting Komentar