RSS
Container Icon

“Sedekah Orang Miskin”



Biar perut kelut mengelut, ikhlas seluas laut
 Setapak kaki, jalan tanpa hati iri
 Meraba-raba akhir teori
 Tuhanku
 Welas yang malas dilepaskan orang kalangan
 Diatas, diatas mereka bebas duduk di kursi rampas
 Padahal jeritan jelata merajalela
 Ah, kenapa berfikir begini
 Sudahlah,
 Dunia berjalan bengispun itu tak jadi dramatis
 Titik koma, hitam putih, pahit manis jalanku
 Ini hasilnya, ini bentuknya
 Dari yang Maha Adil, Tuhanku
 Bertanyalah si tua renta,
 “Kau rela sungguh?”
 Maaf, Menjawablah sesaat
 “Tentu”
 Aku harus cepat pulang, segera mengejar senja
 Dirumah kardus terhangat
 Dua anak angkat dan istri berkat izabah shalat
 Setia menungguku
 Dua kepal nasi dingin, ku punya sisa kemarin
 Ku bawakan buat mengganjal
 (Esok nikmat pasti berlipat, semoga)  
 Aku sampai, aku pulang, darah dagingku melompat-lompat
 “Ayah, bawa apa sekarang, ayah bawa banyak jajanan kan?”
 Begitu berharap
 Tuhan, lapangkan anakku
 “Iya, tidurlah semalam. Yang Esa pasti tepat janji.” Ucapku
 Biar perut kelut mengelut, ikhlas seluas laut
 Setapak kaki, jalan tanpa hati iri
 Meraba-raba akhir MU
 (Esok nikmat pasti berlipat, semoga)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar