Suara parau ditengah kemarau
Menitikkan percikan kenangan
lampau
Kelak ada sejarah panjang
Yang
mengikuti suara hati
Sesekali
aku merayu
Seringkali serangai gerikmu
tumbuhkan kesan
Yang mendidihkan semangat
Kata “aku mencintaimu”
Setiap hujan yang berguyuran
di bawah kemarau
Hapuskan ketidak sepahaman
kita
Setiap ku lepas dari tidur
Lekas ku ambil potret dan
surat pelipur







0 comments:
Posting Komentar