Terik
yang menarik
Hingga
jerit masuk kelubang sempit
Suara
parau orang – orang mulia
Dan
kebulan kejahatan ikut serta merta
Lima
hari aku anggap mimpi
Sebab
tak ada dirimu
Tak ada jari kecil yang ku
genggam
Dua hari aku anggap surgawi
Sebab kau telah kembali
Menyemangatiku lagi
Menelusuri trotoar lama
Dan kujerat jemarimu yang hangat
Kau
menoleh dengan bibir tersenyum malu
Seandainya
waktu ku berhentikan
Tak
akan lagi ku diamkan, pasti
Kuciumi bibir wangimu
Kuciumi
pipi lembutmu
Sebab aku lima hari melawan
rindu
Yang hatiku menggebu – gebu
Namun itu hanya selingan
Dan pengaruh terik yang
menghimpit
Saat pukul 2 siang di trotoar
hilang







0 comments:
Posting Komentar